Your playlist is like a love letter for me.

OLD MIX

Track 01 : ABBA – Honey Honey
Track 02 : AC/DC – You Shook Me All Night Long
Track 03 : Aerosmith – I Don’t Want to Miss a Thing
Track 04 : Air Supply – Every Woman In the World
Track 05 : The Beach Boys – Wouldn’t It Be Nice
Track 06 : The Beatles – Eight Days a Week
Track 07 : Blondie – Call Me
Track 08 : Bob Dylan – Forever Young
Track 09 : Bob Marley – Three Little Birds
Track 10 : Bryan Adams – Heaven
Track 11 : Carpenters – Yesterday Once More
Track 12 : Earth Wind and Fire – September
Track 13 : Elton John – Something about the Way You Look Tonight
Track 14 : The Four Tops – It’s the Same Old Song
Track 15 : Frank Sinatra – My Way
Track 16 : George Benson – Nothing’s Gonna Change My Love For You
Track 17 : Hall & Oates – You Make My Dream
Track 18 : Phil Collins – You Can’t Hurry Love
Track 19 : Queen – Crazy Little Thing Called Love
Track 20 : The Rolling Stones – Ruby Tuesday
Track 21 : The Smiths – Please Please Please Let Me Get What I Want
Track 22 : Stevie Wonder – You Are the Sunshine of My Life

Pendidikan Akhlak dalam Surat Al Hujuraat

Salah satu surat favorit gue. Uuuu…

Syiar Islam

Surat Al Hujuraat yang terdiri dari 18 ayat ternyata banyak berisi pendidikan akhlak. Baik Akhlak terhadap Allah dan RasulNya, juga terhadap sesama muslim atau manusia.

Pertama hendaknya kita mengutamakan petunjuk yang diberikan Allah dan Rasulnya. Bukan pendapat kita sendiri:

[49.1] Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Untuk itu selain Al Qur’an, hendaknya kita juga membaca kitab Hadits seperti Bukhari, Muslim, Abu Daud, dsb. Begitu pula kitab-kitab seperti Al Umm susunan Imam Syafi’ie yang syarat dengan hadits dengan pemahaman ulama Salaf yang asli serta kitab Al Muwaththo.

View original post 1,279 more words

Dan doaku pun terjawab. :’)

20.25
Sebuah sms masuk ke handphone gue.
Dimulai dengan sebuah intro, mengalirlah pembicaraan dari hati ke hati antar wanita.

Sebuah kejujuran yang gue dapatkan dari seorang teman baik.
Fakta buruk dan menyakitkan? Mungkin iya.
Tapi jika mengingat betapa beberapa hari yang lalu, gue berdoa bersungguh-sungguh kepada ALLAH memohon pertolongan dari-Nya untuk dibukakan jalan untuk keluar dari “masalah” ini, gue rasa.. seburuk apapun dan semenyakitkan apapun fakta yang teman gue sampaikan itu tetaplah sebuah buah manis dari doa gue. 🙂

=========================================================================

22 Oktober 2012
Seperti biasa gue jalan-jalan di facebook. Chatting dengan teman, sembari mantau timeline di home. Mantau kegiatan orang lain lebih tepatnya. :p
Daaaannn.. tadaaa… di home gue muncul sebuah link blog berjudul “Seriuslah Mencintai yang Serius Kepadamu.
Gue klik lah yekaann.. dan gue baca juga yekaaann..
Terpukaulah gue dengan isi blog itu..
Semakin kepo lah gue..
Gue bukalah home blog Almeera itu..
Gue klik dan gue baca lah tulisannya berjudul, “Betulkah Dia Jodohku?
Dan speechless lah gue.

MELALUI CARA YANG DI RIDHOI ALLAH.

Melalui proses yang sesuai kehendak Allah.
Satu. Sikonnya saat itu, gue lagi suka sama seseorang. (sebut saja Teta)
Dan gue sama Teta udah deket banget. Gue ngga tau perasaan dia ke gue gimana, tapi yang jelas, dia SEPERTI menunjukkan rasa yang sama. Dan hal itu (bahwa Teta memiliki perasaan yang sama) diamini oleh temen gue yang baru aja mengobrol dari hati ke hati sama gue. (sebut saja Ayu)
Dua. Gue dan Teta itu deket, tapi kita ngga pacaran. Kenapa? Karena gue ngga mau pacaran, dan gue kira si Teta itu fine dengan kondisi kita berdua saat itu.

And here are the problem.
Melalui proses yang diridoi ALLAH kah cara gue mendekati dia??
Jawabannya adalah iya dan tidak.
Iya. Iya dirodhoi, karena kita tidak pacaran.
Tidak. Tidak dirihoi, karena kita masih sering berduaan di kamar. (JANGAN MIKIR YANG ANEH-ANEH!!)
Daaaaannnn… galau lah gue.

GUNAKAN INDIKATOR ALLAH

“bila kelak ada lelaki menghampirimu dengan niat memuliakanmu dalam proses yang syar’i, pastikan kamu memilihnya menggunakan indikator Allah, yaitu agama dan akhlaknya terlebih dahulu. Barulah kemudian hal-hal seperti latar belakang keluarga, keturunan, kecakapan finansial, dll.”

Eaaaa.. kegalauan pun bertambah.
Agama dan akhlak.
Untuk dua hal itu, bisa dibilang gue taulah Teta itu tingkatannya udah sampe mana. Yang jelas, dia belum sebaik anak-anak SKI.

Galau galau galau..

Di satu sisi gue mau stay sama Teta, tapi di sisi lain gue pengen banget MELALUI JALAN YANG DIRIHOI ALLAH dan DENGAN INDIKATOR ALLAH.

=========================================================================

23 Oktober 2012
Hari itu, sehabis maghrib, gue ke kosan Teta.
Ngapain Bek?
Ya main aja seperti biasa.
Main komputer, ngerjain beberapa tugas, dengerin dia main gitar, dan.. mikirin tentang gue dan dia.

Ada suatu ketika dimana gue merasa bosan, dan akhirnya gue buka lah laptop gue, dan gue mulai menulis. (menulis atau mengetik??)
Menulis tentang apa?? Menulis tentang gue dan Teta.
Sembari gue ngetik isi otak gue di laptop, si Teta main gitar..
Ngeliat Teta main gitar, terlintas 2 hal di otak gue.
Satu. Gue pengen ngegambar dia.
Dua. Gue pengen kita melalui jalan yang dirihoi Allah. Ya Allah, tolong buat dia punya cewe, supaya aku mudah meninggalkannya. Aamiin.
Done.
Gambarku selesai, doaku pun selesai aku aamiin-i.

=========================================================================

26 Oktober 2012
20.25
Sebuah sms masuk ke handphone gue.

Dari Ayu.

Ayu, temen baik gue yang tau banget gimana kisah gue dan Teta, memulai percakapan dengan meminta maaf.
Kemudian dilanjutkan dengan kalimat-kalimat panjang yang intinya, Teta ngasih bunga ke Ayu.

Well, okay..

Awalnya gue shock dan kaget. Sedih dan kecewa.
Tiba-tiba semua kebersamaan indah antara gue dan Teta terlihat jelas hanyalah sebuah hayalan gue belaka.
Teta ngga punya perasaan yang sama kayak gue ke dia. Meskipun gue masih agak bingung sebenernya tentang sikap dia yang begini dan begitu ke gue. Tapi yaudahlah.. intinya, Teta ngasih bunga ke Ayu, dan itu sebuah pertanda.
Pertanda apa?
Ngga tau. Pokoknya pertanda.

TAPI…
Di tengah-tengah segala emosi gue saat itu, gue teringat doa gue ke ALLAH..
Tolong buat dia punya cewe, supaya aku mudah meninggalkannya.

Emang sih, Teta ngga sampe jadian sama Ayu.. tapi dari fakta Teta ngasih bunga ke Ayu, itu udah cukup seperti apa yang gue pinta ke ALLAH.
Gue pun sadar..
Inilah jawaban ALLAH.

Aku dan sifatku.

Sebel.
Satu kata yang gue rasain saat ini.

Sebel.
Ketika gue membaca sebuah pesan masuk di handphone gue, “Ohiya bek, gue lupa ngasih tau. Blablablabla…”
Inti pesan itu adalah akan ada sebuah acara di hari dan di jam sama dimana gue sudah merencanakan kegiatan gue yang lain dengan beberapa temen gue.

Sebel.

Gue bukan orang yang perfeksionis, tapi gue paling benci kalo rencana gue terancam gagal (dan biasanya emang bakalan gagal) karena ulah manusia-manusia lainnya. Ntah karena keteledoran orang lain, atau karena keegoisan orang lain.
Dan sifat gue ini udah ada sejak gue SD. Kok inget??
Iyalah! Gimana gue ngga inget.. Pertama kalinya plan gue ngga berjalan sesuai rencana (waktu itu rencana karya wisata), itu karena nyokap ngelarang gue ikut dengan alasan gue baru operasi kaki. (okay, dalam hal ini emang gue yang harus nurut.)

Dan saat itu, ketika plan gue ngga berjalan sesuai rencana, gue menangis. Di tempat tidur. Sendirian. Ngambek lebih tepatnya. Sampe akhirnya nyokap gue dateng meluk gue di tempat tidur dan bilang ke gue, “Ngga semua yang kamu rencanakan itu berjalan sesuai rencana sayang. Manusia hanya berencana, dan ALLAH lah yang menentukan.”
Oke, makin kejer lah tangisan gue. Kesel.

Beberapa saat lalu pun ada kejadian dimana suatu hal tidak berjalan sesuai dengan rencana gue. Dan gue? Lagi-lagi kesel setengah mampus.
Tapi tiap kali sifat gue itu kumat, gue selalu teringat kata-kata emak gue bertahun-tahun lalu itu.
Ngga semua hal berjalan sesuai rencana. Manusia hanya berencana, sedangkan ALLAH lah yang menentukan.
Well, okay.

Gue tau, dalam mengatasi sifat gue yang ini, gue harus BELAJAR IKHLAS.
That’s why ketika sifat gue itu kumat, gue selalu menenangkan hati gue dengan berkata, “Belajar ikhlas, Bek!”
Gue berusaha untuk ikhlas, meskipun tidak mudah.
Gue juga selalu mengingat dan berusaha meyakinkan diri gue bahwa dibalik semua ini (dibalik tidak berjalannya rencana gue sesuai harapan) pasti akan ada hal positif lainnya yang akan membuat gue bersyukur diakhir nanti.

Well..
At least..
I’m trying to be better.
:\

Aku dan menggambar.

Hobi. Mungkin ini yang disebut hobi.
Hobi yang tidak disadari.
Aku tidak tau sejak kapan pastinya aku suka menggambar.. Namun seingatku, sudah sejak lama ketika aku masih duduk di bangku SMP, aku sering mencorat-coret buku pelajaranku.
Iya.. mencorat-coret. Belum menggambar.
Berawal dari goresan-goresan pensil yang random hingga akhirnya aku membentuk sebuah gambar yang random pula.
Ku katakan itu mencorat-coret bukan menggambar karena menurutku menggambar ialah ketika aku benar-benar berniat untuk membentuk suatu gambar di alas gambarku (alas gambar itu bisa kertas, karton, kardus, koran, atau apapun), sedangkan mencorat-coret adalah ketika aku hanya secara random menggoreskan pensilku tanpa ada tujuan untuk membentuk suatu gambar. Well, basicly it’s about niat sih..
Yang ku ingat, gambar yang pertama kali terbentuk secara tidak sengaja dan mengesankan diriku sendiri (narsis nih ceritanya?) adalah gambar komik seorang wanita hamil. Masih gambar komik loh.. bukan gambar real.
Dan seiring berjalannya waktu, semakin sering aku mencorat-coret, semakin banyak gambar-gambar yang terbentuk, maka berubahlah “mencorat-coret” itu menjadi “menggambar”.
Yap! Ketika aku sedang bosan dengan celotehan guru di kelas, aku akan beralih ke alas gambarku, apapun itu benda yang bisa aku jadikan alas gambar. Aku pun menggambar.
Hal itu pun berlangsung sampai aku masuk ke dunia perkuliahan.
Masuk ke dunia perkuliahan, minatku dalam menggambar berubah. Jika sebelumnya aku suka menggambar objek dalam bentuk komik, kini di dunia perkuliahan aku lebih suka menggambar objek real.
Hampir selama 3 semester aku mencoba MENIRU gambar dua dimensi alias foto atau apapun itu.
Meniru.. ya! Meniru.
Awalnya kupikir meniru itu akan menjadi proses pelatihanku dalam meningkatkan kemampuan menggambar. Namun ternyata, yang terjadi adalah tidak seperti yang aku pikirkan.
Aku justru kehilangan kepercayaan diri.
Mengapa? Karena aku hanya bisa meniru.
Aku hanya bisa membuat gambar dua dimensi dari gambar dua dimensi lainnya yang sudah ada. Aku tidak mampu menuangkan apa yang diliat langsung oleh mata dan diproses oleh otak kedalam sebuah gambar goresan tanganku sendiri.
Ya. Aku kehilangan kepercayaan diri..
Aku pun berhenti menggambar.
 
Dan ini semua tiruan.
 
Puncaknya aku berhenti menggambar dan titik balik aku kembali menggambar adalah ketika aku menonton sebuah film yang disodorkan oleh temanku.
Taare Zameen Par. Itulah film yang membuatku tersadar dan kembali menggambar lagi.
Taare Zameen Par. Every child is special.
Di film itu, anak kecil si pemeran utama ternyata mempunyai hobi yang sama denganku, yaitu menggambar. Apakah gambarnya bagus? Ya dan tidak. Tapi, salah satu gambarnya yang “jelek” itulah yang membuatku tersadar.
Oke, memang benar aku tidak bisa menggambar dengan bagus, apalagi tanpa meniru.. :\
Tapi apa sih masalahnya? Apakah masalah kalau aku tidak bisa menggambar dengan bagus??
Menggambar itu bukanlah tentang bagus atau jeleknya gambar yang kita buat.
Menggambar itu lebih ke tentang ekspresi diri.
Tidak masalah jika gambar yang kita buat itu jelek, karena hasil gambar itu tergantung dari bagaimana kita melihat, memproses, dan mengekspresikan sebuah objek ke dalam bentuk goresan tangan.
Yap! Seperti kata guru seni dalam film itu juga, “If kids don’t express emotions in an art class, where will they?” (Jika anak-anak tidak meluapkan emosinya di kelas seni, dimana mereka akan melakukannya?)
 
Eventhough it’s not THAT awesome, but still.. it’s about how to express yourself.
 
Dan thanks to Allah..
Minat gambarku sudah kembali lagi.
Kini aku pun mempunyai sebuah target baru.
Jika dulu aku selalu menggambar menggunakan pensil, kini aku punya target untuk belajar menggambar dengan warna. 🙂
Tolong doakan saja.. 😀
Psssstt.. click here to see another drawing of mine.

Hello world!

First post! 😉

Here are the histories..

  • 30 Desember 2006 – 12 Februari 2011, My first bloghome was here . The reason I left it, is because there were too much commentspam on my blog and it’s annoying.
  • 19 April 2009 – 15 Oktober 2012, The place where I met a lot of amazing people, was  here . The reason I left it, is because mp is going to be online market or kinda.. I don’t know. :\
  • 23 Oktober 2012 – I don’t know when, it’s you wordpress.. 🙂

I hope we’ll be together forever. *cailah