Dan doaku pun terjawab. :’)

20.25
Sebuah sms masuk ke handphone gue.
Dimulai dengan sebuah intro, mengalirlah pembicaraan dari hati ke hati antar wanita.

Sebuah kejujuran yang gue dapatkan dari seorang teman baik.
Fakta buruk dan menyakitkan? Mungkin iya.
Tapi jika mengingat betapa beberapa hari yang lalu, gue berdoa bersungguh-sungguh kepada ALLAH memohon pertolongan dari-Nya untuk dibukakan jalan untuk keluar dari “masalah” ini, gue rasa.. seburuk apapun dan semenyakitkan apapun fakta yang teman gue sampaikan itu tetaplah sebuah buah manis dari doa gue. 🙂

=========================================================================

22 Oktober 2012
Seperti biasa gue jalan-jalan di facebook. Chatting dengan teman, sembari mantau timeline di home. Mantau kegiatan orang lain lebih tepatnya. :p
Daaaannn.. tadaaa… di home gue muncul sebuah link blog berjudul “Seriuslah Mencintai yang Serius Kepadamu.
Gue klik lah yekaann.. dan gue baca juga yekaaann..
Terpukaulah gue dengan isi blog itu..
Semakin kepo lah gue..
Gue bukalah home blog Almeera itu..
Gue klik dan gue baca lah tulisannya berjudul, “Betulkah Dia Jodohku?
Dan speechless lah gue.

MELALUI CARA YANG DI RIDHOI ALLAH.

Melalui proses yang sesuai kehendak Allah.
Satu. Sikonnya saat itu, gue lagi suka sama seseorang. (sebut saja Teta)
Dan gue sama Teta udah deket banget. Gue ngga tau perasaan dia ke gue gimana, tapi yang jelas, dia SEPERTI menunjukkan rasa yang sama. Dan hal itu (bahwa Teta memiliki perasaan yang sama) diamini oleh temen gue yang baru aja mengobrol dari hati ke hati sama gue. (sebut saja Ayu)
Dua. Gue dan Teta itu deket, tapi kita ngga pacaran. Kenapa? Karena gue ngga mau pacaran, dan gue kira si Teta itu fine dengan kondisi kita berdua saat itu.

And here are the problem.
Melalui proses yang diridoi ALLAH kah cara gue mendekati dia??
Jawabannya adalah iya dan tidak.
Iya. Iya dirodhoi, karena kita tidak pacaran.
Tidak. Tidak dirihoi, karena kita masih sering berduaan di kamar. (JANGAN MIKIR YANG ANEH-ANEH!!)
Daaaaannnn… galau lah gue.

GUNAKAN INDIKATOR ALLAH

“bila kelak ada lelaki menghampirimu dengan niat memuliakanmu dalam proses yang syar’i, pastikan kamu memilihnya menggunakan indikator Allah, yaitu agama dan akhlaknya terlebih dahulu. Barulah kemudian hal-hal seperti latar belakang keluarga, keturunan, kecakapan finansial, dll.”

Eaaaa.. kegalauan pun bertambah.
Agama dan akhlak.
Untuk dua hal itu, bisa dibilang gue taulah Teta itu tingkatannya udah sampe mana. Yang jelas, dia belum sebaik anak-anak SKI.

Galau galau galau..

Di satu sisi gue mau stay sama Teta, tapi di sisi lain gue pengen banget MELALUI JALAN YANG DIRIHOI ALLAH dan DENGAN INDIKATOR ALLAH.

=========================================================================

23 Oktober 2012
Hari itu, sehabis maghrib, gue ke kosan Teta.
Ngapain Bek?
Ya main aja seperti biasa.
Main komputer, ngerjain beberapa tugas, dengerin dia main gitar, dan.. mikirin tentang gue dan dia.

Ada suatu ketika dimana gue merasa bosan, dan akhirnya gue buka lah laptop gue, dan gue mulai menulis. (menulis atau mengetik??)
Menulis tentang apa?? Menulis tentang gue dan Teta.
Sembari gue ngetik isi otak gue di laptop, si Teta main gitar..
Ngeliat Teta main gitar, terlintas 2 hal di otak gue.
Satu. Gue pengen ngegambar dia.
Dua. Gue pengen kita melalui jalan yang dirihoi Allah. Ya Allah, tolong buat dia punya cewe, supaya aku mudah meninggalkannya. Aamiin.
Done.
Gambarku selesai, doaku pun selesai aku aamiin-i.

=========================================================================

26 Oktober 2012
20.25
Sebuah sms masuk ke handphone gue.

Dari Ayu.

Ayu, temen baik gue yang tau banget gimana kisah gue dan Teta, memulai percakapan dengan meminta maaf.
Kemudian dilanjutkan dengan kalimat-kalimat panjang yang intinya, Teta ngasih bunga ke Ayu.

Well, okay..

Awalnya gue shock dan kaget. Sedih dan kecewa.
Tiba-tiba semua kebersamaan indah antara gue dan Teta terlihat jelas hanyalah sebuah hayalan gue belaka.
Teta ngga punya perasaan yang sama kayak gue ke dia. Meskipun gue masih agak bingung sebenernya tentang sikap dia yang begini dan begitu ke gue. Tapi yaudahlah.. intinya, Teta ngasih bunga ke Ayu, dan itu sebuah pertanda.
Pertanda apa?
Ngga tau. Pokoknya pertanda.

TAPI…
Di tengah-tengah segala emosi gue saat itu, gue teringat doa gue ke ALLAH..
Tolong buat dia punya cewe, supaya aku mudah meninggalkannya.

Emang sih, Teta ngga sampe jadian sama Ayu.. tapi dari fakta Teta ngasih bunga ke Ayu, itu udah cukup seperti apa yang gue pinta ke ALLAH.
Gue pun sadar..
Inilah jawaban ALLAH.

Advertisements

5 thoughts on “Dan doaku pun terjawab. :’)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s