Hati Hati Berkata Jangan Pada Balita, Sering Terjadi Miss Persepsi

Lambangsarib's Blog

Hati hati terhadap kata “jangan” pada anak,  khususnya balita. Seringkali terjadi miss persepsi antara anak dan orang tua. Seorang ayah yang melarang anaknya lari dengan mengatakan “jangan lari”, akan difahami sang anak   ayahnya menyuruh berlari.

Miss persepsi ini disebabkan kemampuan penterjemahan kata kata seorang anak (balita) masih terbatas dan sangat sederhana. Mereka tahunya adalah kata paling akhir.

Misalkan dibilang “jangan makan”, maka sang anak memaknainya “makanlah”.
Misalnya dibilang “jangan bermain”, maka sang anak memaknainya “bermainlah”.
Misalnya dibilang “jangan berbohong”, maka sang anak memaknainya “berbohonglah”.

Perbedaan persepsi ini ternyata bukan hanya monopoli sang anak. Orang tua pun terkadang sering salah persepsi pada anak.

Seorang anak dilarang bermain dengan mengatakan  “jangan bermain”, sang anak memaknainya “bermainlah”. Karena diminta bermain sang anakpun akan tetap bermain, tidak salah bukan ?

Akibatnya orang tua marah marah, menghukum dan mengatakan “kamu anak nakal”. Imbasnya adalah kata kata “saya anak nakal” terekam dalam otak dan alam bawah…

View original post 102 more words

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s