Untuk seseorang yang pernah dekat.

Kecewa. Itu yang gue rasain ketika gue mendengar sebuah kebenaran.

Gue sangat ngga masalah ketika lo jadian sama temen gue, padahal sebelumnya lo seperti menunjukkan sikap seolah2 lo menyukai gue juga. Gue pikir saat itu, mungkin gue yang mikirnya terlalu jauh naik ke awan, meskipun kita tau bahwa pikiran gue itu real bukan hanya sekedar ilusi otak. Seriously, gue ngga masalah. Karena toh gue dan elo emang basicly udah deket semenjak kita putih abu-abu, ya kan?

Tapi yang menohok dan gue permasalahkan adalah ketika lo bilang ke calon pacar lo, Ayu, who is temen gue sendiri, “Aku ngedeketin beki supaya aku tau tentang kamu.”

What the.. ?
Hello.. kita deket dari kapan sih? Udah sejak lama kan? Udah sejak kita smk kan? Sebelum lo kenal sama si Ayu kan? *nama disamarkan*
Kok bisa2nya lo blg kayak gitu? Seolah2 kita ngga pernah temenan deket sebelumnya, dan seolah2 elo dan gue baru deket karena tujuan lo adalah ngincer si Ayu. Kalo kayak gitu, arti omongan lo itu sama aja kayak, “gue ngedeketin beki BARU2 INI demi ngedapetin cewe inceran gue. BARU2 INI loh deketnya.. yang artinya, sejak dulu sampe baru2 ini, gue dan beki bukan TEMEN DEKET.”

Great! Jadi, pertemanan kita dari dulu sampe baru2 ini, terasa ngga ada artinya?
Guess what? Respect gue ke elo langsung runtuh dan interest gue untuk tetap berteman sama elo pun langsung ilang.

Selamat ya.. You lost your precious friend, so do I but I feel much better.

Untuk seseorang yang pernah dekat.

Advertisements

3 thoughts on “Untuk seseorang yang pernah dekat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s