STOP BULLYING!!!


Berita tentang Amanda Todd.

Video dan berita itu gue temukan ketika gue mengetik keyword, “mahasiswa bunuh diri karena bullying“.

The question is.. ada angin apa tiba-tiba gue ngesearch tentang kasus bullying?

Sebelum kita mulai ceritanya, harap dicatat ya.. bullying is not always about throwing a punch at someone else or kicking someone or another physical abuse. Bullying is including verbal abuse and the thing I call  “mental abuse” (gatau apa istilahnya).
Dan bullying itu terjadi di kampus gue. Not physically, but verbally and mentally. Korbannya bukan gue, tapi seseorang yang kenal.

Ada kesamaan awal kisah antara Amanda Todd dengan Jamil (bukan nama sebenarnya). Both of them did something wrong at first. Tapi tetep ya, benar atau salah perilaku para korban dulunya, tetep.. bullying itu SALAH.

Pertemuan pertama gue sama Jamil adalah ketika gue dan tiga teman gue yang lain sedang membuat presentasi geladi di saung sekitar kampus gue. Kala itu masih masa-masanya ospek kampus.

Jamil, dengan status masih mahasiswa baru, tiba-tiba datang dan menghampiri gue dan tiga teman gue. Gue akui, kesan pertama gue ke dia adalah dia freak. Bisa dibayangin, junior baru tiba-tiba nyamperin senior tak dikenal dengan alasan ingin kenalan. -___-‘
Awalnya gue kira adalah salah satu tugas selama ospek untuk mencari dan berkenalan dengan senior, tapi ternyata engga. Dia murni nyamperin gue dan temen-temen gue untuk kenalan. Dia bilang, dia pengen “mencuri start” untuk memperluas koneksi. Oh bagus, pikir gue. Singkat cerita, sebelum Jamil ninggalin gue dan temen-temen gue di saung, dia minta nomor kontak yang bisa dihubungi. Okelah, gue kasih. Tukeran nomor handphone itu biasa kan?

Beberapa hari kemudian, gue ngeliat sebuah postingan di grup facebook yang dimulai dengan kata, “WASPADA.”
Setelah gue baca, intinya gue mengenali siapa yang dimaksud yang-harus-diwaspadai di postingan itu. Itu Jamil. Di postingan itu tertulis bahwa ada seseorang yang datang ke sebuah perkumpulan untuk meminta nomor handphone semua cewe yang ada di perkumpulan itu. Itu inti postingannya. Dan itu awal permasalahannya.
Dan sejujurnya setelah ngebaca postingan itu, gue SANGAT MENANTIKAN panggilan via handphone dari Jamil. Kenapa gue menantikan? Karena di postingan itu disebutkan bahwa yang-harus-diwaspai akan menelpon satu persatu no handphone cewe yang dia punya. -_-

Penantian gue pun terjawab. Jamil menelpon gue. Sangat awkward. Pokoknya.. awkward.
Tapi udah sejak pertama dia nelpon, gue langsung bilang apa yang gue tau tentang dia. Gue bilang ke dia tentang berita yang beredar di kampus tentang dia dan tentang kesan pertama gue ke dia bahwa dia itu freak. He’s quite open.
Melihat dia open, yaudahlah terjadi tanya jawab antara gue dan dia. Dari tanya jawab yang panjang itu, gue menarik kesimpulan bahwa dia itu polos, dan dia adalah korban sinetron. Itu baru panggilan dia yang pertama.

Di panggilan dia yang kedua, gue memulai percakapan dengan kalimat, “Apa kabar?” (and I meant it)
Dan dia langsung meledak. Dia menceritakan semua keluh kesahnya. Tentang olokan-olokan yang dia terima, tentang tidak ada yang mau berteman dengan dia, tentang orang-orang yang langsung pergi bubar ketika dia datang. It’s bullying wey! Bullying!!
And he sounds so desperate!

Sempat dia dua kali menelpon tapi ngga gue jawab. Untuk panggilan ke-tiga karena koneksi telepon lagi jelek dan bunyinya kresek-kresek kayak plastik, jadi gue tutup dan gue minta untuk smsan aja. Untuk panggilan ke-empat kemaren karena gue lagi riweuh ngejar deadline yang udah lewat. -______________-

Barusan dia tiba-tiba sms, dia bilang dia ngga betah di kampus. Dia pengen pindah aja rasanya. Blablabla.. pokoknya dia curhat. Dan gue setia memerhatikan. Tapi ada satu hal yang melintas di otak gue.. Gue takut dia bunuh diri. Ya. Gue khawatir dia tidak berpikir jernih yang kemudian mengambil jalan pintas.

Nah, makanya langsung deh ngesearch keyword “mahasiswa bunuh diri karena bullying
Penasaran ada berapa banyak sih kasus mahasiswa bunuh diri karena bullying?
Ternyata ada banyak kasus. -_____-

Sedihlah. Ngeri juga.
Buat Jamil, yang kuat ya kamu.. :*

Advertisements

3 thoughts on “STOP BULLYING!!!

  1. Kasihan org2 yg kena korban bullying.
    😦
    Sebenernya yg bermasalah dengan sikap dan perlu ke psikiater tu bukan korban bullyingnya tapi yg membully.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s