Kamu. Kabut.

Kabut..
Kamu tau kabut?
Masih ingatkah kamu kalimat-kalimat  tentang kabut yang keluar dari mulutku?

Dan kamu masih tetap seperti kabut untukku.
Mengurangi jarak pandangku, membuatku sulit melihat benda-benda yang berada di depanku..
Memaksaku berjalan lambat-lambat, bahkan ketika keadaan memaksaku untuk berlari kencang.

Dan lagi-lagi, kamu masih menjadi kabut untukku.
Menyegarkan namun penuh dengan ketidakpastian.

Untuk kamu, Kabut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s