Bersyukur

Kemarin, saya berkunjung ke blog Mas Ryan yang sedang mengadakan give away tentang bersyukur.

Dan seperti biasa, secara tiba-tiba dan random, otak saya bertanya-tanya.. Apa itu bersyukur?

Kemudian mulai kepo lah saya, nanya2 ke om Google.. -_-

ber·syu·kur = berterima kasih; mengucapkan syukur

Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Online

Hakikat syukur adalah “menampakkan nikmat”

Dr. M. Quraish Shihab, M.A.

Bagi saya,

Bersyukur adalah ketika saya mengingat alm. kakak saya, mengingat fakta bahwa dia tidak perlu dan tidak akan melewati satu fase yang paling saya khawatirkan jika terjadi padanya.

Bersyukur adalah ketika saya masih memiliki ayah, ibu, dan seorang adik. Mereka HIDUP, mereka suportif, dan mereka solid. Teringat beberapa teman yang keluarganya tidak lagi solid, alias tercerai berai.

Bersyukur adalah ketika saya masih bisa buang gas *udah pasti ngumpet-ngumpet* ataupun buang air besar dengan tenang, tanpa perlu merasa risih karena harus membasuh dubur dengan air kotor.

Bersyukur adalah ketika  saya tidur dan Allah masih memberikan saya nikmat membuka mata -membangunkan saya kembali- dengan kondisi mata yang masih bisa melihat. Saya pernah terbangun di malam hari dan sama sekali tidak bisa melihat apa-apa karena kondisi kamar yang terlampau gelap akibat pemadaman listrik serentak oleh PLN. Mau tau apa rasanya? Saya panik. Saya kira saya telah buta.

Bersyukur adalah ketika saya masih bisa makan enak sedangkan di luar sana masih banyak orang-orang mengemis demi mengisi perut bahkan ada yang sampai meninggal karena kelaparan.

Bersyukur adalah ketika Allah masih menjaga saya.

Bersyukur adalah ini…

Bersyukur adalah itu…

Saya rasa, jika saya menuliskan rasa bersyukur versi saya maka tulisan ini akan menjadi saaaaangat panjang dibuatnya. Kenapa begitu? Karena bersyukur -pada dasarnya- akan selalu menyinggung kata ‘nikmat’, ‘karunia’, ‘anugerah’, dsb. Sedangkan nikmat Allah terlampau banyak bahkan tidak berbatas.

Saya Sitia Gel a.k.a Beki,
Sampai Jumpa!

Advertisements

6 thoughts on “Bersyukur

    • Wah.. kurang Cup! (Aku panggil km Ucup aja yak!)

      Nih aku tambahin sedikit ya..
      Tengok ke belakang, belajar dr masa lalu.
      Tengok ke depan, persiapan untuk masa depan.

      Done! 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s