Braga Culinary Night

11 Januari 2014. Dua puluh dua tahun setelah sang mantan lahir ke bumi, Braga Culinary Night diselenggarakan untuk pertama kalinya. (Ngga ada hubungannya!) *timpuk* Braga Culinary Night adalah salah satu gagasan cemerlang untuk menghidupkan kembali Jalan Braga, Bandung. Konsepnya kurang lebih seperti festival kuliner. Diadakan tiap Sabtu malam, dari pukul 19.00 hingga 01.00. Ah, perhatian sekali Bapak Walikota Bandung ini… Setelah Taman Jomblo, kini ada Braga Culinary Night setiap malam Minggu. Pasti untuk memfasilitasi jomblowan/wati seperti aku ini yang sering bingung hendak berbuat apa setiap malam Minggu tiba! Iya kan? (BUKAN!) *timpuklagi*

Pemandangan berbeda jelas terlihat malam itu. Jalan Braga yang biasanya ramai oleh lalulalang kendaraan bermotor, berubah disemuti oleh para pejalan kaki. Di sepanjang Jalan Braga berdiri beragam stand penjual makanan dan minuman. Tak hanya itu, terdapat pula tenant yang menjual barang-barang selain makanan, seperti isi ulang sebuah voucher *sensor* contohnya. Sengaja aku sensor, karena aku punya sedikit pengalaman kurang menyenangkan dengan si perusahaan itu. Selain itu, ada juga seperti mobil karavan yang memutarkan musik di tengah keramaian malam itu. Mungkin tujuannya untuk menghibur para pelahap makanan, tapi rasanya agak sia-sia.. volume kencang speaker mobil itu tidak mampu mengalahkan suara buzz-ala-lebah kerumunan manusia.

Sejujurnya, komentarku malam itu adalah, “Oh? Hanya begini saja?” Braga Culinary Night di mataku waktu itu terlihat seperti pasar malam. Entah apakah karena malam itu adalah malam pertama Braga Culinary Night sehingga dia belum maksimal, atau karena memang tidak ada yang begitu spesial dari festival kuliner tersebut. Meski begitu, aku tetap berpikiran positif dan optimis bahwa Braga Culinary Night akan menjadi lebih baik dan menjadi lebih WAH kedepannya. Toh hal-hal yang kini besar pasti dulunya dimulai dari sesuatu yang HANYA kecil saja, bukan?

Keluar dari pembicaraan tentang Braga Culinary Night itu sendiri, ada satu hal yang cukup menarik ketika aku berada di sana. Well, I know that a crowded place is the best place to increase publicity. Like spreading an advertisement, I mean. And there.. I was surprised and shocked, I saw pocongs there. Not the real pocongs, of course. It’s just a pocong-dressed human. But still.. it’s interesting how they promote their resto along with their own theme. Well, I guess Braga Culinary Night will become more attractive and awesome if there is a costum parade or something. (I wish I could mention Pak Ridwan Kamil at WordPress and made him read this.)

Dan seperti biasa.. dokumentasi visual! *kiss*

Oh by the way.. that unique resto is Rumah Makan Uji Nyali.

Advertisements

17 thoughts on “Braga Culinary Night

  1. “Toh hal-hal yang kini besar pasti dulunya dimulai dari sesuatu yang HANYA kecil saja, bukan?” Bayi dulu baru dewasa. Malam itu gue gak jadi ke BCN..HUJAN..walau sebentar. Pocong..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s