Sebuah Pikiran Di Senin Pagi

123

Rasanya seperti sedang diingetin sama Allah. (Alhamdulillah…) Dan seketika itu gue langsung ngerasa cupu secupu-cupunya.

Allah tidak membebani seseorang, melainkan sesuai kesanggupannya. (QS.Al-Baqarah:286)
Sisi lain dari diri gue berkata, “Gilak gue keren banget dong kalo gitu, sampe2 dikasih ujian kayak gini!” Ceritanya gue terpesona sama diri sendiri yang dianugerahi ujian ini. Hahaha…
Benarkah gue sekuat itu? Benarkah gue sanggup buat ngejalanin hal ini?
Beki wanita strong. Sering banget gue denger kalimat itu. Dan saat-saat seperti ini, rasanya ke-strong-an gue sedang diuji. Ini tuh berasa kayak gue lagi main game, dan untuk bisa naik level, gue harus ngelewatin tantangan paling sulit di level gue yang sekarang. Duh. Krisis kepercayaan diri rasanya.

Jika Allah menghendaki, cukup Allah berkata ‘jadi’ maka ‘jadilah. (QS.Yasin:82)
Seperti biasa, kali ini pun gue mempertanyakan satu hal, “Kenapa ya Allah ngasih gue takdir seperti ini? Apa ya rahasia di belakangnya?” Dia Maha Tau, sedangkan gue tidak.
Dan lagi-lagi hal ini terasa seperti sebuah game, dimana gue harus mengira-ngira apa alasan lawan main gue melakukan hal ini dan hal itu. Ibarat main catur, gue harus mikir, kenapa lawan main gue mepetin bentengnya ke samping ratu gue, padahal ada banyak opsi yang bisa dilakukan lawan main gue, misalkan langsung ngelahap si ratu gue tadi, atau minimal menjauh dari jangkauan ratu gue supaya ngga mudah dikalahin sama si ratu. Ngerti ngga? Ngga ngerti ya? Maapin deh… 😦
Oke balik lagi… Jika Allah menghendaki, atuh urang bisa apa? Da aku mah apa atuh? Hahahaha.. jadi inget, akhir-akhir ini gue sering nanya ke diri sendiri, “Urang kudu kumaha??” -_-

Berpositip thinkinglah! Itu kuncinya!

  • Aku menuruti prasangka hambaku terhadapKu, maka silahkan untuk berprasangka sesuai apa yang dikehendaki. 
  • Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, jika Ia berprasangka baik terhadapKu, maka baginya kebaikan, maka jangan berprasangka terhadap Allah kecuali kebaikan. 
  • Aku menuruti prasangka hamba terhadapKu, dan Aku selalu bersamanya selagi Ia mengingatKu.

Nah kan… dibilangin juga apa… positip thinking! Okelah kita coba. Bismillah.
Semoga positip thinkingnya ngga putus di tengah jalan ya! Aamiin.

Sekian dulu postingan kali ini. Kalo ada kegalauan kabar terbaru, mungkin akan Beki tulis.

Selamat pagi.

Advertisements

2 thoughts on “Sebuah Pikiran Di Senin Pagi

  1. idealnya emang begitu. tapi atas dasar kemampuan dan sifat dasar manusia, bisa jadi, mengeluh sebatas untuk mendapat energi baru

  2. Pingback: Be Careful Of What You Wish For | Berbagi Beki

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s