Another Waiting

Hai hai… Kalian udah baca tulisan aku Be Careful Of What You Wish For?
Di situ aku bilang kalo menunggu di hari Sabtu mengharap datangnya hari Senin itu rasanya SANGAT MENYIKSA. Dan hari ini, tepat di detik ini. Lagi-lagi aku harus menunggu, dan yang lebih menyebalkan lagi adalah aku harus menunggu sampai hari Rabu tiba. Rabu. Melebihi hari Senin. Oh God.

Pagi ini aku berangkat ke PMI dengan penuh percaya diri, berbekal hasil lab dari sebuah rumah sakit dan sebuah lab, yang keduanya mengatakan bahwa darahku non-reaktif terhadap penyakit leukemia. (Jangan lupa ya, ini bukan benar-benar sakit leukemia!) Niat hati sih ingin menunjukkan pada pihak PMI bahwa aku sehat tubuhku kuat karena aku adalah anak Indonesia, tak lupa sekalian aku mendonorkan darah yang sempet tertunda minggu lalu.

Sesampainya aku di PMI, aku langsung bertemu dokter yang minggu lalu memvonisku dengan penyakit leukemia. Aku tunjukkan hasil tes lab ku.

Respon dokter tsb adalah: “Ini metode tes nya beda ya? Coba deh jangan tes di rs ini. Coba tes di Lab XYZ, yang metode tesnya sama.” Oh men… Dia meragukan hasil lab yang menyatakan bahwa aku sehat.

Aku: “Tapi dok, kemaren aku juga tes di lab ABC, hasilnya juga non-reaktif kok. Metodenya juga beda dari ini.” Maksudku, metode tes nya berbeda dari tes di PMI dan di rs terkenal itu.

Dokter: “Oh gitu… Yaudah gini aja, sekarang coba kamu donor dulu, biar nanti sekalian di tes lagi darahnya. Nanti saya kasih kamu nomor labunya.”

Otomatis aku langsung seneng kan ya? Yes!!! Aku bisa donor darah lagi.
Ealaaahh sayang namun sayang, hari itu aku tetep ngga bisa donor karena paginya aku abis minum obat pengurang nyeri. -_- Fyi, kalo mau donor itu, pendonor ngga boleh minum obat sejak 3 jari sebelumnya.
Jadilah aku harus menunggu sampe obatnya habis, yaitu besok pas habis obatnya, dan aku juga harus menunggu tiga hari setelah konsumsi obat-obatan itu. Ya kalo aku hitung-hitung, minimal hari Rabu aku baru bisa donor sekalian cek darah di PMI.

Oke. Perasaan aku kali ini agak cemas, namun tidak separah minggu lalu. Berbekal hasil 2 tes sebelumnya, aku percaya bahwasannya aku ini sehat! Meskipun, ya aku tidak bisa berbohong bahwa ada sekelibat perasaan ragu. Namun, tetap saja… Seperti kata Om Iwan di komennya pada postinganku sebelumnya bahwa kita adalah apa yang kita pikirkan, maka dari itu kali ini aku benar-benar tidak ambil pusing. Berpikiran positif sajalah.

Btw… Aku mau nanya nih, siapa di sini yang bisa jawab pertanyaanku tentang penyakit dalam tubuh? Yuk kita private contact yuk… Aku butuh pencerahan. 🙂

Salam hangat di tengah dinginnya Bandung! Ciao!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s