I Did Love You

Hari ini aku iseng buka folder-folder yang ada di laptop. Tak disangka, ternyata keisenganku berujung pada sebuah nostalgia.

Inisialnya adalah BPP. Mantan keduaku. Mantan terindah.
Aku dan dia berpacaran tanggal 1 September, dan memutuskan untuk berpisah pada hari ke-27 di bulan dan tahun yang sama. Terlalu singkat? Memang.

Saat ini aku sedang membaca chat antara aku dan dia yang sempat aku abadikan di laptopku.

hey hacker-ku sayang..
aku suka kamu deh.. hhi..

OH. MY. GOD. Aku penasaran, ketika aku bilang ke dia seperti itu, apakah dia hanya menganggap itu hanyalah sebuah candaan?
OH. MY. GOD. Aku berani jamin, bahwa saat itu aku benar-benar suka sama dia. I DID love him. Dan mungkin sampe sekarang aku masih suka sama dia, meskipun rasa suka saat ini sudah berbeda dibandingkan rasa suka pada waktu dulu.

Aku pernah cerita tentang BPP ini ke Danang. Kurang lebih seperti ini:

Aku: “Kita jadian cuma 27 hari. Gue ngga pernah tau dia suka juga atau ngga sama gue. Gue yang suka dia. Gue yang nembak. Dia nerima setelah gue ngajak jadian empat kali. Sampe hari ke-27, dia ngajakin putus. With no reason. Sejak beberapa hari sebelumnya dia udah ngajakin putus tapi gue ngga mau. Tapi ngga tau kenapa pas tanggal 27 itu gue malah ngelepasin dia. Ah stupid me. Sebel.”
Danang: “No, you did the right thing.”
Aku: “Really? Why?”
Danang: “Pertama, kamu udah jatuhin harga dirimu. Kedua, dia ngga tegas menentukan sikap. Ketiga, hidupmu masih panjang. Biasanya cowo kalo ngga yakin, lebih berharap nemu cewe yang lebih. Intinya cowok rata-rata suka kalo mendapatkan cewek dengan effort. Dan ketika ada cewe mendekat dan dia ngga srek, dia bakal geje antara iya atau tidak.”
Aku: “Lalu? Udah gitu aja? Mungkin dia belum yakin sama perasaannya kan? Mungkin kalo aku tahan dia agak lama, dia bakalan ngerasain hal yang sama kayak aku.”
Danang: “Udah, ngga bakal kok. Ngeperjuangin cinta itu hanya ada di ftv sama abg. Kalo udah gede kan bakal lebih rasional aja. Kalo suka bilang suka. Udah.”
Aku: “Hahahaha… Kamu sukses ngancurin imajinasi aku tentang dia. Hahahha… Sedih. Hahahha… Penyakit orang jatuh hati… Delusional. Hahhaha.”

Kalian tau, aku ini orang yang cuek, tapi bisa saja sekali waktu aku menjadi sangat sensitif. 😦

Duh aku kangen dia.

Dan masih, aku baca chat antara aku dan dia. Dia terlalu sabar. Dia terlalu baik. Aku suka dia. Tapi mau gimana atuh? Da aku mah apa atuh? Dia anak baik dan aku super bandel. Ngga cocok banget. Yasudahlah.

Advertisements

8 thoughts on “I Did Love You

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s