Tentang Driver Gojek, Map, dan Rumah Saya

Postingan kali ini berisi tulisan semua, agak panjang, tapi insyaAllah bermanfaat.

Pagi ini saya memesan layanan kurir gojek untuk mengantar pesanan kebab dari rumah saya ke rumah pembeli. Yap. Kami jualan kebab. Ada yang berminat? Dengan enam puluh ribu rupiah saja, Anda bisa mendapatkan satu kotak kebab mini isi sepuluh. *promosi*

Seperti biasa, setelah order saya ditangkap oleh salah satu driver, driver tersebut menelpon dan menanyakan lokasi persis rumah saya.

Yang tidak biasa kali itu adalah tiba-tiba saya ingin memantau posisi driver di map gojek selama perjalanan ke rumah saya. Penasaran saja apakah map gojek tersebut benar-benar bisa melihat posisi driver secara realtime.

Setelah saya amati…

Oh, ternyata mapnya benar-benar realtime. Benar-benar seperti GPS pada umumnya. -_-

Kemudian, saya amati lagi map tersebut.

Setelah driver masuk gerbang perumahan saya, driver tersebut tidak langsung menuju titik yang saya tunjukkan (rumah saya). Driver tersebut malah belok ke sebuah jalan yang namanya agak mirip dengan jalan rumah saya. Di situ saya merasa heran. Kenapa driver tersebut belok ke jalan yang salah, padahal di map sudah jelas terlihat bahwa rumah saya tidak terletak di jalan itu?

Oh. Mungkin tadi si driver bertanya dulu ke pak satpam di gerbang perumahan, namun petunjuk yang diberikan pak satpam tidak akurat. Mungkin.

Kemudian saya lihat melalui map, si driver berhenti sejenak di ujung jalan yang salah tadi.

Oh. Mungkin kali ini si driver sedang mengecek lokasi rumah saya melalui map di ponselnya. Mungkin.

Setelah berhenti sejenak, driver tersebut putar balik dan menuju arah yang sesuai dengan yang saya tunjukkan di map. Saya pikir, kali ini si driver tidak akan kesasar. Namun ternyata saya salah. Driver tersebut lagi-lagi salah ambil jalan. -_-

Saya lihat dia berhenti sejenak lagi. Ternyata dia berhenti untuk menelpon. Setelah diarahkan melalui telepon, akhirnya driver tersebut sampai juga di rumah saya.

Saat itu saya terus menerus bertanya-tanya. Kenapa driver tersebut tidak mengikuti arahan sesuai map? Kenapa? Kenapa? Dan kenapa?

Sampai akhirnya tebersit sebuah pemikiran di otak saya.

 

PERINGATAN:
Di bawah ini adalah sebuah perumpamaan SANGAT sederhana tanpa melibatkan variabel-varibel kompleks karena apabila variabel kompleks turut dilibatkan, perumpamaannya pun akan turut menjadi kompleks, dan otak saya tidak mampu untuk memikirkannya.

 

Bagaimana jika si driver adalah saya (bisa juga Anda), orang Islam yang sedang mencari surga Allah? Bagaimana jika rumah saya adalah surga Allah yang saya cari? Bagaimana jika map adalah petunjuk paling jelas untuk mencapai surga Allah, yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadits?

Sangat lucu, mengherankan, sekaligus mengesalkan, untuk melihat saya yang mencari-cari surga Allah namun belum berpegangan penuh pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Jujur saja, menurut saya, menjalankan keduanya itu berat. Mungkin seperti si driver yang tidak mengikuti sesuai arah map dengan berbagai alasan, mulai dari alasan mapnya ada tapi susah menggunakannya, sampai alasan tidak ada map sama sekali.

Ketika driver memasuki jalan yang salah, yang namanya mirip dengan nama jalan rumah saya, padahal mungkin sebelumnya sudah bertanya terlebih dahulu kepada pak satpam yang dianggapnya hafal jalan di perumahan, saya melihatnya seperti saya yang menuju arah yang salah saat mencari surga Allah, padahal saya sudah bertanya kepada orang yang saya anggap lebih berilmu dalam hal agama Islam daripada saya, seperti ustadz. Bisa saja, saya salah arah karena saya salah memahami jawaban ustadz. Bisa saja, saya salah arah karena ustadz salah menafsirkan pertanyaan saya. Atau bahkan, bisa saja, orang yang saya anggap ustadz tersebut ternyata tidak memiliki ilmu yang mumpuni dalam agama Islam, atau lebih parah, orang yang saya anggap ustadz tersebut ternyata tidak memiliki pemahaman ajaran Islam sesuai Al-Qur’an dan Al-Hadits.

Ketika driver berhenti sejenak untuk melihat lagi alamat lengkap rumah saya dan berusaha menafsirkan sendiri petunjuk map namun tetap kesasar, saya melihatnya seperti saya yang berusaha menafsirkan sendiri Al-Qur’an dan Al-Hadits padahal ilmu saya sangat dangkal. Yang oleh karena itu, setau saya, tidak sembarang orang boleh menafsirkan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Hanya orang-orang yang berilmu agama yang sangat dalam yang bisa dan boleh menafsirkannya. Nah, apa kabar dengan orang-orang awam seperti saya? Itulah gunanya berguru. Berguru = belajar dengan guru, bukan belajar sendiri/otodidak. Dan ketika berguru pun harus peka melihat dan memilih mana guru yang benar dan mana guru yang tidak benar. Jangan hanya saklek berguru pada satu orang guru.

Jika saja driver tersebut benar-benar memahami cara menggunakan map maka driver tersebut akan tiba di rumah saya tanpa membuang-buang waktu, tenaga, pikiran, pulsa telepon, batere ponsel dan bensin motor. Mungkin sama seperti saya. Jika saja saya mengamalkan Al-Qur’an dan Al-Hadits sepenuhnya maka saya akan tiba di surga Allah tanpa perlu capek dan menyia-nyiakan banyak hal. Astagfirullah. 😦

Seperti manfaat map, yang saya anggap memberikan petunjuk jalan paling mudah ke lokasi tujuan, sudah pasti Al-Qur’an dan Al-Hadits pun memberikan petunjuk jalan paling mudah untuk mencapai surga Allah, melindungi diri dari hal-hal yang menyia-nyiakan seperti dunia yang fana dan melenakan ini contohnya.

Semoga pemikiran saya ini memberikan cara pandang baru bagi sesama pemeluk agama Islam sehingga menjadi semangat untuk mengikuti Al-Quran & Al-Hadits dan istiqomah dalam menjalani ajaran Islam yang sesungguhnya. Aamiin.

.

.

.

ps: maaf ya jika judulnya seperti clickbait 🙂

.

.

.

pps: saya tidak bermaksud menggurui ataupun sok tau ya, peace~ 

Advertisements

2 thoughts on “Tentang Driver Gojek, Map, dan Rumah Saya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s