Yuk Berbagi Kebaikan!

Halo teman-teman wordpress. Apa kabar? *tetibasokakrab*

Aku mau nanya sama kalian… šŸ™‚

Menurut kalian, manakah dari 3 foto bangunan di bawah ini MASIH LAYAK GUNA?

This slideshow requires JavaScript.

Kalo menurut aku ya, dari 3 foto bangunan itu, ngga ada satu pun yang layak guna. Setuju ngga? Setuju dong kalo 3 bangunan itu sangat tidak layak guna~

Kalian penasaran ngga sih itu bangunan apa?

Nih aku kasih tau ya…

SDN Kutamekar I

SDN Kutamekar I (kelas jauh) di Karawang

Yap. Kalian ngga salah baca. Foto-foto itu adalah foto bangunan sebuah sekolah dasar di Karawang, yaitu SDN Kutamekar I (kelas jauh). Kasian banget ya?

Kalo fasilitas bangunannya udah memprihatinkan, kalian kebayang ngga sih fasilitas buku-buku di sana seperti apa? Jangan kaget ya. šŸ˜¦

Buku-buku SDN Kutamekar I

Kondisi buku-buku di SDN Kutamekar I

Sedih banget kan?

Sedikit info tentang SDN Kutamekar I. Untuk mencapai SDN Kutamekar I ini, dibutuhkan waktu kurang lebih 2 jam dari Jakarta dengan menggunakan mobil, kemudian dilanjut dengan berjalan kaki selama 1 jam. Sekolah ini mempunyai 3 guru, 3 ruang kelas, 30 siswa, dan 1 lapangan. Di sekolah ini TIDAK ADA listrik, toilet, dan SUSAH air bersih. Jadi kalo ada siswa yang mau melakukan “meditasi”, siswa tersebut harus melakukannya di lahan belakang sekolah. Apa kabar sanitasi? šŸ˜¦

Nah aku dari Komunitas Urunan Buku mau mengajak kalian untuk berbuat kebaikan dan membahagiakan adik-adik di SDN Kutamekar I. Caranya gampang kok. Cukup dengan melakukan donasi buku ataupun uang. Kalo kalian mau donasi buku, kalian bisa mengirimkan buku-buku tersebut ke rumah salah satu volunter di Tangerang. Kriteria bukunya, bisa buku tulis baru, buku bacaan anak-anak baru atau bekas namun layak pakai, dan buku pelajaran SD kelas 1-6 terbitan setelah tahun 2010. Kalo kalian mau donasi uang, bisa dikirim ke bendahara Komunitas Urunan Buku, yang nantinya uang tersebut akan dibelanjakan buku juga. Donasi-donasi kalian akan aku salurkan ke SDN Kutamekar I (kelas jauh) pada tanggal 3 Februari 2018, dan ke sekolah-sekolah lainnya pada projek selanjutnya.

Berhubung aku ngga terlalu aktif di wordpress, kalian yang berminat untuk donasi bisa kontak langsung ke contact personĀ  Komunitas Urunan BukuĀ yang tertera di poster di bawah ini.

Poster Urunan Buku SDN Kutamekar I

Contact Person : Adit – 0852.9562.4692

Kalo kalian belum bisa memberi donasi berupa buku ataupun uang, kalian cukup membantu SDN Kutamekar I dengan menyebarkan info ini ke teman-teman kalian.

Terima kasih ya. šŸ™‚

Ps: Ada bonus foto pas aku lagi survey di bawah ini! :3

Survey SDN Kutamekar I

Yang manakah aku? :3

 

Tirai No. 10 – Do People Change?

“Bek, ngga mungkin Pak Okoj itu berubah sifatnya!” ujar Laniaz setelah mendengar kata-kataku yang mengharapkan Pak Okoj berubah menjadi lebih baik.

“Orang itu ngga akan berubah, Bek. Yang berubah itu cuma topengnya.” tambahnya lagi.

Benarkah begitu?

Menurutku, tidak.

Menurutku, pemikiran yang mempercayai bahwa seseorang tidak akan pernah berubah adalah salah satu contoh pemikiran yang menyedihkan. Mungkin dalam hidup temanku itu, dia tidak pernah melihat seseorang yang berubah secara ekstrem. Atau mungkin, dia tidak menyadari adanya perubahan itu. Tapi untukku, aku melihat sendiri perubahan itu. Aku melihat perubahan sifat seseorang dari negatif menjadi positif, meskipun itu membutuhkan waktu BERTAHUN-TAHUN.

Kata ‘bertahun-tahun’ tersebut aku garis bawahi, aku tebalkan, dan aku tulis dengan huruf kapital untuk menekankan bahwasannya seseorang itu membutuhkan proses untuk berubah. Dan proses di sini bisa membutuhkan waktu yang singkat maupun waktu yang lama. Jadi, menurutku, semua orang itu PASTI bisa berubah, hanya saja waktu yang dibutuhkan untuk tiap orang itu berbeda-beda.

Jadi ya… cuma karena sifat Pak Okoj yang saat ini agak-agak kurang mengenakkan, tidak semestinyaĀ Laniaz ini beranggapan kalo Pak Okoj akan seperti itu selamanya. SesungguhnyaĀ menyedihkan sekali melihat betapa pesimisnya temanku ini. Melihat dia menutup kemungkinan adanya perubahan baik itu.

Ngomong-ngomong soal people change, aku jadi inget sesuatu.

Beberapa waktu lalu, ada seseorang yang menyatakan perasaannya sama aku. Kondisinya pada saat itu, aku dan orang ini, sebut saja Mr. Z, tinggal di daerah yang berbeda, which means aku dan Mr. Z jadi jarang bertemu dan bertukar pesan satu sama lain meskipun pada jaman dahulu kala, aku dan Mr. Z ini bisa bertatap muka dan berkomunikasi hampir setiap hari. But anyway, dia menyatakan perasaannya ke aku… and I rejected him. Setelah drama penolakan itu, aku dan Mr. Z dipertemukan kembali dalam sebuah pesta. Entah apa penilaian Mr. Z terhadap aku selama pertemuan di pesta itu, yang jelas setelah pesta berakhir dan kami kembali ke rumah masing-masing, aku menerima pesan singkat dari Mr. Z.

“Lo berubah. Gue ngga kenal siapa lo sekarang.”

Isi pesannya singkat ya? Meskipun singkat, namun pesan itu mampu mencerminkan kondisi aku dan Mr. Z yang sebenarnya. Aku akui, aku memang berubah. Namun, aku membalas pesannya dengan mengatakan bahwa aku merasa tidak berubah.

No. Aku tidak berbohong. Ada bagian dari diri aku yang berubah dan ada sebagian lain yang tetap sama. Aku merasa aku tidak berubah dalam hal memperlakukan teman-temanku secara equal. Dan Mr. Z adalah salah satu temanku yang hadir dalam pesta itu. Di sisi lain, aku juga merasa bahwa aku berubah dalam hal pemikiran. Hal-hal yang dulu aku anggap biasa, kini menjadi suatu hal yang aku hindari. Dan mungkin, perubahan pemikiranku itulah yang dirasakan Mr. Z, meskipun selama di pesta tidak ada diskusi yang berarti antara aku dan Mr. Z.

Well, the point isĀ  that I believe that people change.

I change.

Dan wanita yang disukai Mr. Z pada saat dia menyatakan perasaannya bukanlah aku yang sekarang, melainkan aku yang dulu yang waktu itu masih sering bersama dia.

Bagaimana menurut kalian?

Apakah kalian setuju dengan kata-kataĀ Laniaz bahwa seseorang itu tidak akan pernah bisa berubah, atau kalian setuju dengan aku yang mempercayai bahwa people change, sooner or later?