Mengenal Radar [Part 3] : Radar FMCW

Kumpulan Tulisan Seseorang yang Biasa-Biasa Saja ...

Pada tulisan sebelumnya, radar yang dibahas adalah radar pulsa. Ada jenis radar lain, tidak menggunakan pulsa, namun menggunakan sinyal segitiga yang dimodulasi frekuensi, atau dikenal sebagai radar Frequency Modulated Continuous Wave (FMCW). Berbeda dengan radar pulsa yang mengirimkan gelombang elektromagnetik pada waktu tertentu saja (ketika dikirimkan sinyal kotak), radar FMCW mengirimkan gelombang setiap saat, oleh karena itu dia disebut continuous wave.

Penggunaan radar yang memanfaatkan modulasi frekuensi dimulai sejak hampir 90 tahun yang lalu, tepatnya pada tahun 1928 ketika J.O. Bentley mematenkan temuannya, yaitu Airplane Altitude Indicating System atau suatu peralatan yang mampu meberikan informasi tentang ketinggian suatu pesawat terbang. Transmiter akan mengirimkan suatu sinyal yang frekuensinya dimodulasi oleh suatu sinyal segitiga dan dipancarkan ke permukaan bumi dari atas pesawat terbang. Sinyal ini dipantulkan oleh permukaan bumi kembali ke pesawat. Dengan teknik pengolahan sinyal tertentu, didapatkanlah informasi ketinggian pesawat dari permukaan bumi.

Ok,, bagaimana cara kerjanya?

Kita lihat…

View original post 500 more words

Mengenal Radar [Part 2]

Kumpulan Tulisan Seseorang yang Biasa-Biasa Saja ...

Lanjutan dari tulisan sebelumnya.

Jarak Maksimum

Pertanyaan selanjutnya adalah, seberapa jauh radar mampu mendeteksi suatu objek? Adakah batasnya? Yang pasti, semua yang diciptakan di dunia ini memiliki batasan, begitu juga dengan radar dan yang membatasi jarak ini adalah cara kerja dari radar itu sendiri.

Begini, radar mengirimkan suatu gelombang atau sinyal dengan bentuk tertentu secara berulang-ulang, contohnya sinyal kotak (atau pulsa, tapi bukan pulsa HP ya) seperti ini.

Sinyal tersebut kemudian ditumpangkan (istilah kerennya : dimodulasi) ke suatu sinyal sinusoidal dengan frekuensi yang lebih tinggi. Ya,, ibaratnya seperti kita ingin pergi dari Indonesia ke Amerika, pasti harus numpang pesawat atau alat transportasi yang lain kan, masak mau jalan kaki? Lalu, sinyal yang diterima pasti akan ter-delay bukan? Delay akan tergantung dari posisi objek. Bagaimana jika sinyal yang ter-delay (warna merah) ada di posisi berikut (1,2, atau 3)?

View original post 367 more words

Mengenal Radar [Part 1]

Kumpulan Tulisan Seseorang yang Biasa-Biasa Saja ...

Apa Itu Radar?

Sebelum membahas radar, pernah dengar istilah remote sensing (penginderaan jauh)? Intinya sih, kita mengamati atau mempelajari suatu benda tanpa menyentuh langsung benda tersebut dan biasanya benda tersebut jaraknya cukup jauh dari pengamat. Nah, salah satu benda yang dapat digunakan untuk keperluan ini adalah radar, yang merupakan singkatan dari RAdio Detection And Ranging. Dari kepanjangannya saja, kita dapat melihat bahwa benda ini memanfaatkan gelombang radio – salah satu jenis gelombang elektromagnetik –  untuk mendeteksi suatu benda dan melakukan pengukuran jarak benda tersebut ke pengamat. Selain gelombang radio, sebenarnya dapat juga digunakan gelombang cahaya atau bunyi, tapi ya,, berarti nama alatnya bukan radar lagi 😀

Seberapa Penting Peranan Radar?

Kenapa kita perlu radar? Jelas,, untuk mengamati benda yang letaknya jauh dari kita 🙂

Ah,, kalau gitu pertanyaannya dirubah. Kenapa kita perlu mengamati benda dari jarak jauh? Kenapa nggak langsung datang ke lokasi lalu kita pelajari…

View original post 607 more words

Ms. Office Word 2010: Cara membuat no. halaman berbeda pada sebuah dokumen

yahuuu

Busyettt,dah.. panjang nian nih judul… hehehe…

Bermula dari kesulitan yang saya temui saat belajar membuat ebook untuk menomori halaman berbeda-beda pada sebuah dokumen. Awalnya saya browsing kesana kemari, tanya ke temen online juga tapi belum mengerti karena panduannya kurang bisa dipahami dan aplikasi yang dipakai kebanyakan masih ms.office 2007. Memang sih, nggak akan beda jauh kalau yang terbiasa berkutat dengan ms.word. Tapi buat saya hal ini cukup merepotkan. Mengingat saat membuat laporan akhir kuliah dulu, saya membuat satu dokumen dengan file terpisah, misalnya halaman Kata pengantar, daftar isi, daftar istilah dsb menggunakan halaman i,ii, iii, iv dst. menjadi satu file. Kemudian membuat file lagi untuk bagian isi dan menomorinya dengan halaman 1, 2, 3 dst… Belum lagi letaknya tidak selalu di bawah halaman, ada juga yang di atas kanan halaman. Repot pokoknya. Nah, sekarang saya akan membagi sedikit pengetahuan yang saya pelajari selama dua hari terakhir (lama banget :()

View original post 469 more words

Ketika Dhira Jatuh Cinta

Pernah jatuh cinta?
Gue pernah.

Jatuh cinta itu menurut gue sesuatu yang dulu ketika gue lagi ga suka sama siapa-siapa, selalu pengen gue rasain lagi gimana rasanya.
Tetapi pas di kasih sama Allah untuk ngerasainnya, gue jadi cemen dan memilih untuk menghindar.

Buat gue yang ga mau pacaran, ketika gue suka sama seseorang adalah suatu cobaan yang cukup berat, karena gue ga bisa sembarangan bilang, “Hey, gue suka sama elo. Mau jadian sama gue ga?”
Jadi yang bisa gue lakukan adalah menahan perasaan ini dalam hati, berusaha mati-matian bersikap biasa aja ketika dia ada, menahan pandangan supaya ga terus-terusan kebablasan ngeliatin seseorang yang belum halal, berulang-ulang istighfar dalam hati untuk mengusir setan yang terus menggonggong keras untuk menggoda gue karena mencium ‘aroma’nya dia di sana sini, “Guk, guk, Dhira dia ada di sana. Guk guk, liat deh dia keren banget hari ini. Guk, guk, ya ampun Dhir..kamu ga mau liat senyumnya dia walau sekilas? Rugi, loh!” Devils are always barking like a hyperactive dog. Baca Ayat Kursi, biar kabur semua. Berisik banget, Masya Allah.

Cobaan berikutnya, ketika mereka ga berhasil ngegoda gue adalah dengan menggoda dengan cara licik, yaitu di hubung-hubungkan dengan agama.”Dhir, denger ga tadi. Dia BACA Al-Qur’an looh. Suaranya bagus ya? Cocok tuh, jadi imam shalat setiap hari. Bayangin COBA!” Berusaha mati-matian buat ga ngebayangin, para syaiton-syaiton ini ga keabisan akal. “Ga usah bayangin kamu pacaran sama dia, bayangin aja klo dia jadi suami kamu. Susah-seneng bareng, ada yang merhatiin kamu, ada yang ngejagain kamu, di rumah nanti ga sendirian. Bayangin coba bayangin. Pasti asik banget kan??”

Parah. Ngebayangin pacaran aja udah dosa. Ini mereka nyuruh gue bayangin dia klo dia jadi suami gue. Ini salah banget. Ini lebih bahaya di bandingkan bayangin klo gue sama dia pacaran. Kalau gue masih nolak ngebayangin, mereka membisikkan sesuatu seolah-olah ngebayangin hal itu adalah suatu hal yang benar dalam agama, “Kan ini bayanginnya nikah sama dia. Boleh dong? Yang ga boleh itu bayangin kamu sama dia pacaran. Pacaran kan dosa, nikah itu justru berpahala kan? Pasti bolehlah bayangin kamu suatu saat nikah sama dia, tinggal serumah sama dia…”

Menurut gue, ini adalah cara licik maha dasyat Iblis dan cucu-cucunya menggoda para manusia yang memutuskan gamau pacaran. Oke, gue ga pacaran. Tapi ngebayangin gue seolah-olah sudah menikah dengan dia sang lelaki idaman adalah suatu hal yang salah total. Gue akuin, gue sering kalah dalam hal godaan yang ini. Tapi, Allah selalu ngingetin gue kalau itu salah. Kata hati gue menolak, terus ngingetin bolak balik, “Dhira itu salah. Istighfar buruan istighfar”

Berakhir di atas sajadah, menangis sejadi-jadinya, mengadu sama Allah. “Setan-setan itu jahat. Ya Allah tolong lindungi aku…”

Godaan lain adalah ketika para setan itu nggak ada henti-hentinya berusaha menghubungkan suatu peristiwa yang sebenernya ga ada hubungannya. Misalnya, “Dhir, itu coba inget-inget lagi deh. Kok bisa ya, ketemuan gitu padahal ga janjian loh. Sering banget kayak gitu. Setiap kamu lagi ga sengaja inget dia, pasti dia tiba-tiba nongol. Pasti ini udah di atur sama Allah sebagai pertanda kalau kamu suatu saat nikah sama dia.”

Realita jatuh cinta adalah semua hal yang terjadi biasa aja terasa menjadi berlebihan dan seolah-olah berhubungan antara gue dan dia.
Realita yang sebenarnya adalah ketika gue ga suka sama dia, hal-hal yang kayak gitu ga berasa ada hubungan apa-apa antara gue dan dia. Semua berjalan biasa aja, ga ada yang perlu di lebay-lebay-in.

Setan itu maha dasyat godaannya. Hati-hati buat yang mutusin gamau pacaran kayak gue.

Hal yang bisa gue lakuin ketika gue udah frustasi karena jatuh gedebak-gedebuk karena cinta adalah terus menerus inget sama Allah, curhat sama Allah. Karena hanya Allahlah yang tahu perasaan sesungguhnya gue itu kayak gimana. Perasaan yang sulit di ceritakan dan diungkapkan dengan detail kepada orang lain.

Nggak jarang, gue selalu masukin nama dia dalam doa gue. Memohon sama Allah, “Kalau memang dia si pangeran itu, jodoh saya, maka dekatkanlah dan segerakan kami menikah dengan  melewati jalan-Mu yang terindah, sesuai cara-Mu yang tak terduga. Tapi kalau memang bukan dia pangeran yang Engkau siapkan untukku, maka tolong jaga aku Ya Allah. Hilangkan perasaan ini pelan-pelan. Karena aku hanya mau memberikan cintaku seutuhnya kepada suamiku nanti. Bukan di bagi-bagi dengan lelaki yang pernah aku suka.”

Jatuh cinta itu cobaan bagi yang belum menikah, khususnya wanita. Karena dia dilamar, bukan melamar hehe. Apalagi kalau pria yang melamar bukanlah pria yang diincar. Makin berat rasanya.

Terlebih kalau cintanya masih menepuk angin, belum bertepuk tangan. Masih cinta satu arah, belum dua arah. Sakit rasanya, capek sekali keliatannya…

Pertanyaan yang sama terus berulang : “Jadi, kapan kita ‘jadian’ karena menyatu oleh ikatan pernikahan?”

Maka, ketika pertanyaan itu seperti tak kunjung ada jawabannya…
Hal yang bisa gue lakuin untuk menghindari dosa adalah cukup dengan mencintai Allah sang pemilik cinta itu sendiri. Berdoa terus, curhat terus sama Sang Pemilik Cinta. Kan katanya, “Bila meminta sesuatu kepada Allah, mintalah dengan keyakinan bahwa doamu akan terkabul…” Allah kan berdasarkan prasangka hambanya. Jadi, sebut aja namanya dalam doa. Kali aja sama Allah di kabulin. Who knows? Allah knows the best, bro! hehe

Jadi, akhirnya gue semakin mantap memutuskan :
Biarlah Allah yang memilihkan jalan…
Biarlah Allah yang menghilangkan perasaan ini pelan-pelan kepada pangeran yang diciptakan bukan untuk gue, tapi untuk wanita lain.

Satu hal yang pasti, gw selalu membayangkan Allah bilang begini ke gw:
“Dhira, pangeranmu yang sudah Ku persiapkan untukmu, pasti datang tepat waktu. Sekarang dia sedang menaiki kuda hitam gagahnya menuju kearahmu. Medan yang Aku persiapkan untuknya memang cukup sulit. Terjal dan berliku. Maka, ketika dia sudah susah payah melewati jalur itu dan sampai di depanmu. Terimalah dia dengan sepenuh hati. Karena dari sekian banyak pangeran yang ada di dunia ini, dialah pangeran terbaik yang Aku siapkan untukmu.”

Jadi, pangeranku pasti datang tepat waktu.
Kalau bukan orang lain, pasti kamu 🙂

Hannover, 27 November 2013,
Postingan ini di buat di kamar terpencil kastil apartemen lantai sebelas,
dari sang puteri yang menunggu di jemput oleh sang pangeran pemberani,
Puteri Dhira namanya.

Sumber: Dhira’s World

 

Nice post, Dhir! Dan sejujurnya, postingan ini cukup menyentil diri aku sendiri. I found that there are some points that I didn’t know it’s wrong so I did it anyway (because I didn’t realize it),  and there are some points that I already know it’s wrong and I already stop doing those. BUT there are also some points I already know it’s wrong but I keep doing those wrong points. *sigh* Human. Me. *sigh*

Keliatan banget ya.. umur sama tingkat kedewasaan berbeda. Dia dewasa, dan aku.. Bismillah! 😀

 

Inspiring Words for Bloggers

Seandainya di wordpress ada option “pin this post on the top of your blog” , bakalan aku pin deh postingan ini. Seandainya oh seandainya.
This post is really motivating.

Arip Yeuh!

inspiring words for bloggers

Selamat malam Minggu bagi yg merayakan!

Meminjam judul bukunya Mohammad Fauzil Adhim, Inspiring Words for Writers, saya menyortir berbagai kata-kata motivasi yg diperuntukan buat para penulis, khususnya narablog. Sebenarnya ini dibuat sebagai nutrien saja bagi diri pribadi.

  1. Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. – Pramoedya Ananta Toer
  2. Semua harus ditulis. Apa pun. Jangan takut tidak dibaca atau tidak diterima penerbit. Yang penting tulis, tulis, dan tulis. Suatu saat pasti akan berguna.Pramoedya Ananta Toer
  3. Karena kau menulis. Suaramu takkan padam ditelan angin, akan abadi, sampai jauh, jauh di kemudian hari.Pramoedya Ananta Toer
  4. Ikatlah ilmu dengan menuliskannya.Ali bin Abi Thalib
  5. Jika kamu bukan seorang raja, Jika kamu bukan seorang ulama besar, Jadilah seorang penulis! – Imam Ghozali
  6. Mungkin ada orang yang menulis untuk mengatakan kata hatinya, maafkan aku kalau salah, karena…

View original post 519 more words

Lunturnya Kebanggaan seorang Muslim

misbakhuddinmuhammad

Isyadu bi anna Muslimun : Saksikanlah bahwa aku seorang muslim

Itu adalah penggalan dari ayat Allah yang menyatakan bahwasanya harus punya rasa bangga akan Islam yang dianugerahkan kepada umat akhir Zaman. Permasalahannya adalah kebanggaan itu semakin lama semakin menipis, dan itu memang sudah menjadi fakta ketika Rosul bersabda bahwasanya Islam itu akan datang dalam keadaan terasing, dan kembali juga dalam keadaan terasing.Bahkan lebih jelasanya saat ini Islam justru asing di tengah orang-orang yang mengaku muslim.

Mencoba mengambil contoh dalam berpakaian syar’i , khususnya aurat perempuan, dimana ketika berbicara aurat perempuan, semua anggota tubuhnya tertutup kecuali muka dan telapak tangan. Tapi lihatlah zaman sekarang, ketika ada orang yang berpakaian syar’i, justru mereka yang berpakaian syar’i banyak yang mengatakan asing, aneh dan tidak modern. Justru pakaian yang membentuk tubuh perempuan lebih banyak disukai, celana yang membentuk kemolekan tubuh banyak disukai justru dianggap sebagai trend center.Mereka lebih bangga memakai pakaian non-syari’i dibanding memakai…

View original post 273 more words