Tirai No. 37 – Pagi Ini Aku Menyadari Sesuatu

“Tari…” begitulah aku mendengar namaku dipanggil lembut oleh ibuku. Ibuku berada di kamarnya dan aku berada di kamarku.

“Hemm?” aku menyaut sambil berusaha mendengar apa yang hendak ibuku katakan padaku dari seberang kamar. Aku bisa mendengar suaranya yang berbicara lembut padaku. Aku kira padaku. Ternyata aku salah.

Rupanya, ibuku sedang berbicara di telepon dengan sepupuku yang bernama Abi. Tari dan Abi, memang agak terdengar mirip di telingaku pada saat itu.

Seketika itu aku menyadari sesuatu…

Kenapa suara ibuku melembut ketika dia berbicara kepada orang lain yang bukan anaknya, sedangkan kepadaku intonasinya berubah seperti singa? Tidak selalu, tetapi seringkali. Membuat hati bertanya-tanya… Kenapa? Ada apa? Apa yang salah?

Kemudian aku cemburu.

Aku ingin dipanggil dan diajak berbincang dengan suara lembut yang aku dengar tadi. Aku tidak suka dengan intonasi panggilan dan cara berbincang ibuku yang biasa dia lakukan kepadaku.

Haaaahhhh… lucu sekali ya hidupku ini. Aku sudah berumur 28 tahun tetapi tetap masih saja bertingkah seperti anak kecil yang haus perhatian. Rasanya aku ingin keluar saja dari rumah ini supaya setidaknya aku berada di tempat yang tepat ketika aku merasa haus akan perhatian… because it’s normal to not feel at home when you’re not at home. Ya kan?

Sincerely yours,
Sitia GEL

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s